batam rock city

batam rock city
logo osd batam

Selasa, 23 Maret 2010


SOLIDARITAS VS KEPENTINGAN(pribadi)

Solidaritas, sebuah kata yang telah begitu lama di agung-agungkan oleh sebagian besar manusia-manusia yang peduli kepada keadilan dan persaudaraan. Kata itu begitu sakral, merupakan sebuah kerancuan bila itu belum sempat dilafazkan oleh seorang yang diakui sebagai bagian agen perubahan.

Dalam kamus Bahasa Indonesia arti solidaritas adalah sifat satu rasa; perasaan setia kawan. Beranjak dari maknanya yang menggugah itu maka bermuncullah berbagai organisasi yang mendompleng kata solidaritas. Misalnya solidaritas buruh, solidaritas petani, dan sebagainya.
Namun ada satu pertanyaan, apakah para penghuni lembaga yang mengatasnamakan solidaritas sudah melakukan sesuatu searah dengan makna kata sakti itu? eiits…. Tunggu dulu. “Seandainya bisa banyak kenapa harus sedikit”. Itu adalah undang-undang hidup manusia.

Sebuah perkumpulan bisa solid bila didalamnya belum ada unsur uang. Persahabatan akan langgeng bila lembaran-lembaran berharga itu belum ada. Dengan kata kasar, karena lapar kita bisa bersama.

Qarun bisa durhaka kepada Allah dan ingkar kepada ajaran Musa As karena harta. Pang Tibang tega mengkhianati Aceh karena uang, T. Leubee rela mengkhianati perjuangan rakyat Aceh dan memberitahukan keberadaan Teuku Umar juga karena imbalan yang menggiurkan.

Mereka yang disebutkan di atas tadi adalah orang-orang yang sebelumnya sangat setia. Namun dengan gelimang harta, persahabatan, rasa kebersamaan lenyap begitu saja digantikan dengan nafsu pribadi untuk tidak mau berbagi.

Dalam konteks kehidupan modern, perilaku-perilaku seperti di atas telah dibungkus dalam berbagai bentuk kebijakan. Sekilas pandang memang Nampak bijak dan arif, namun siapa sangka dibalik kata-kata “demi aturan”, “demi profesionalisme”, “demi komitmen” sebenarnya telah bersemai sebuah kepentingan pribadi.

Solidaritas dengan begitu mudah hilang, digantikan dengan sok wibawa dan sok kuasa. Hanya alasan ”karena nila, susu tak berharga”, dengan begitu mudah sebuah pengorbanan kita lupakan begitu saja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar